Pengaruh Harga Minyak, Emas, dan DJI dalam forex Trading
October 24, 2010 by · Leave a Comment
Perkembangan harga komoditi dan index saat ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap perkembangan mata uang dalam trading Forex. Sebut saja beberapa komoditi seperti minyak mentah, emas, gas alam membuat pengaruh yang kuat terhadap naik turunnya mata uang USD dan mata uang lain. Begitu juga dengan pegaruh pergerakan saham di Amerika yang tergabung dengan Dow Jones Index. Jika pergerakan saham secara umum disuatu negara mengalami penurunan maka nilai mata uang dinegara tersebut akan terkoreksi turun.
Minyak mentah atau yang juga dikenal sebagai Crude Oil merupakan komoditas dan kebutuhan utama dunia saat ini. Bahkan Indonesia juga mengalami krisis minyak pada saat ini. Jika Anda ingin mengetahui kebutuhan minyak dunia saat ini, maka Anda dapat lihat hal di bawah ini:
Komposisi Minyak Mentah(crude oil) :
Karbondioksida(CO2) : 83-87%
Hidrogen(H2) : 10-14%
Nitrogen(N2) : 0.1-2%
Oksigen(O2) : 0.1-1.5%
Belerang(Sf) : 0.5-6%
Logam lain : <1000 ppm
Output dari minyak mentah yang digunakan sehari-harinya adalah solar, bensin, pertamax,dll. Sebesar 84% dari minyak mentah akan diolah menjadi bahan bakar kendaraan(bensin), bahan bakar pesawat terbang dan jet(disel), bahan pemanas bumi(heating), bahan bakar lain, dan gas cair(liquefied petroleum gas).
Barel adalah satuan alat tukar minyak mentah ke kurs dollar. Pemilihan dollar sebagai alat tukar minyak dan emas adalah karena mata uang USD dikenal hampir seluruh dunia. Khusus untuk minyak, Amerika adalah negara yang konsumsi minyak tertinggi didunia melebihi Cina. Barel juga diakui dan dipakai sebagai alat satuan minyak mentah karena sudah resmi menggunakan standar ISO 9001:2000.
Kategori minyak yang biasa diperdagangkan didunia :
1. West Texas Intermediate (WTI) yang merupakan kualitas tertinggi, manis, minyak kuning keemasan yang dihasilkan di Cushing, Oklahoma(Amerika).
2. Brent Blend, yang terdiri dari 15 macam dengan diuji sistem Brent dan Ninian dihasilkan di perairan Basin Shetland timur di Laut Utara. Basis produksi adalah di Sullom Voe, Shetland. Negara-negara di Eropa, Afrika, dan Timur Tengah menggunakan minyak ini sebagai standar alat tukar komoditas.
3. Dubai-Oman, disuplai ke Timur Tengah dan Asia Pasifik.
4. Tapis(diproduksi di Malaysia, disuplai ke Asia Timur).
5. Minas (diproduksi di Indonesia, juga disuplai ke Asia Timur).
6. OPEC Reference Basket, diproduksi di negara-negara anggota OPEC.
Baru-baru ini minyak kembali turun ke area dibawah $120 per barelnya. Hal ini disebabkan karena ada badai Edward yang mengacaukan pipa gas & minyak di teluk Meksiko sehingga minyak dijual dibawah harga normal (obral) untuk menyelamatkan persediaan yang ada dari badai.
Seperti pada penjelasan kami sebelumnya mengenai perkembangan minyak dunia di artikel sekolah Forex, maka negara eksportir minyak seperti Kanada akan menurun penjualannya karena turunnya harga minyak dunia. Berikut kami tampilkan grafik USD/CAD saat minyak turun dari $147,47 (15 Juli 2008) menjadi $ 118.38 (6 Agustus 2008).

Dengan naiknya harga minyak mentah dunia maka :
1. Nilai mata uang USD akan melemah. Hal ini disebabkan karena beban konsumsi minyak negara Amerika juga akan meningkat diikuti neraca perdagangan yang negative.
2. Nilai mata uang negara pengespor rutin minyak dunia seperti CAD(Kanada) dan NOR(Norwegia) akan naik.
3. Nilai pasangan mata uang( pair) terhadap USD yang lain seperti AUD/USD, EUR/USD, GBP/USD, dan NZD/USD diikuti dengan melemahnya pair USD/CHF, USD/JPY dan USD/CAD.
Emas
Emas digunakan sebagai satuan standard berdasar sistem Bretton Woods. Simbol Emas berdasar standar ISO adalah XAU. Ukuran kemurnian emas dikenal dengan karat. Yang paling murni adalah 24 karat. Harga emas yang tinggi pada saat ini karena jumlahnya memang sangat terbatas. Pertama kali pemerintah Amerika mematok harga emas menjadi $20,67 per troy ons($664,56/kg), pada tahun 1934 naik menjadi $35 per troy ons atau setar dengan $1125,27 per kg. Pada tahun 1961 Amerika dan Eropa membuat manipulasi harga di pasar hingga harga emas melambung tinggi pada saat ini. Saat ini harga emas adalah $892,4 per onz.
Emas adalah standar nilai mata uang kebanyakan Negara seperti halnya Amerika. Maka dapat dikatakan emas adalah komoditas berharga kedua setelah minyak. Negara yang paling sensitive terhadap naik turunnya harga emas adalah AUD. Berikut kami tampilkan nilai AUD/USD saat harga emas mencapai $957 per ons (tanggal 15 Juli) dan data terkini (6 Agustus 2008) saat harga emas mencapai $891 per ons.

Dow Jones Index
Dow Jones Index adalah index utama yang mencakup semua jasa layanan termasuk didalamnya nilai tukar dan berbagai produk investasi lainnya. Yang lebih dikenal adalah Dow Jones Industrial Average atau lebih dikenal dengan Dow Jones Index yang mencakup 130.000 jenis produk investasi fix income dan alternatif, termasuk didalamnya investasi hedge fund dan pasar komoditi. DJI juga merupakan pemilik dari Dow Jones STOXX Index, salah satu basis index yang didalamnya terdapat index Eropa, Wilshire Associates(Dow Jones Wilshire Global Index) yang terdiri dari data Dow Jones Wilshire 5000 yang didalamnya terdapat index di 60 negara dan 12.000 perusahaan sekuritas. Sistem yang terdapat didalamnya merupakan suatu kesatuan sistem yang terpadu dan terintegrasi satu dengan yang lainnya.

Intinya Dow Jones Index mencerminkan 95% kapitalisasi perusahaan Amerika, diluar perusahaan kecil menengah yang pergerakan sahamnya lambat.
Jika pergerakan DJI melemah atau menguat maka pergerakan mata uang USD juga akan terpengaruh. Jika semua harga saham yang tergabung dalam DJI naik maka nilai mata uang USD juga akan cenderung naik, demikikan sebaliknya.
Daily Forex Summary on US Dollar, Euro, Sterling, Japanese Yen, Canadian Dollar and Aussie Dollar
October 22, 2010 by · Leave a Comment
The US dollar retreated from recent gains against a basket of currencies after yesterday’s shocking interest rate hike from China. Investors restored their appetite for higher-yielding assets and returned to selling the dollar against most currencies. Any rebound in the dollar may be short-lived due to the broad expectation that the U.S. Federal Reserve will inject billions into the money supply in efforts to lift the U.S. economy.
Domestically, the International Council of Shopping Centers and Goldman Sachs reported a year/year increase of +1.7% on US chain store sales. Meanwhile, the Mortgage Bankers Association data showed US home loan demands fell for a third straight week, even as mortgage rates dropped to an all time low. The average 30-year mortgage rate has dropped to 4.44%, near its record low of 4.43 which dates back to 1990. Current concerns over economic recovery and the job market prevent many buyers from making sizeable financial commitments.
The euro continued to gain against the US dollar after German Chancellor Angela Merkel commented on exit strategies as the ECB anticipates monetary easing from the US. Merkel also stated that the German economy could grow by 3% or more this year and government sources expects gross domestic product (GDP) to increase by 3.4% for 2010.
The British pound stripped gains against the dollar and weakened vs. the euro after the UK government announced detailed public spending cuts. Finance Minister George Osborne announced that the government aims to cut half a million public sector jobs, raise the retirement age to reach 66 by 2020 and introduce a permanent levy on banks. However, he highlighted Britain’s four year plan to increase capital spending by 2 billion pounds per year until 2014-15.
The Japanese yen rose against the dollar as selling of the greenback persists across the board. Bank of Japan Deputy Governor Kiyohiko Nishimura highlighted concerns about yen strength as a major negative factor for Japan’s economy. “…the recent yen appreciation is causing a deterioration of business sentiment is a big factor in putting downward pressure on economic activity,” commented Nishimura. He also warns that a strong yen may prolong Japanese deflation. The Bank of Japan will hold its next policy meeting on Oct. 28, where it will release its semiannual outlook on growth and prices.
The Canadian dollar climbed against the US dollar after the greenback tumbled and the Bank of Canada reinforced that considerable monetary stimulus is in place for Canada. The central bank said it would have to consider any further rate increases carefully, given the weak US outlook and the slower than expected global recovery.
Domestically, Statistics Canada data showed wholesale trade rose 1.2%, which was higher than the forecasted 0.5% in August from July. Sales were expected to be moderate due to the decrease from June to July of -.01%. The August figure was the biggest month/month gain since January. Positive numbers in August signals relief and optimism as it followed months of lackluster reports.
The Australian and New Zealand dollars rose sharply against the US dollar, recovering from the wake of a steep fall from China‘s unexpected rate hike yesterday. The commodity-linked Aussie rose along with the rebound in oil and US stock indices.
Indications of Overnight rates:
| EUR/USD | 1.3925 |
| USD/JPY | 81.37 |
| GBP/USD | 1.5824 |
| USD/CAD | 1.0270 |
| USD/MXN | 12.4131 |
| USD/CHF | 0.9651 |
| AUD/USD | 0.9832 |
| NZD/USD | 0.7512 |
10-Year Treasury Note Yield: 2.482%
Dow Jones Industrial Average: 11,135.30 + 157.65
This market summary is prepared by Union Bank’s Global FX Department for the general information of its customers. It is based on the most accurate information currently available, but should not be considered investment advice or a guarantee of future exchange rates or trends.
