Analisa Teknikal (Technical Analysis)
October 20, 2010 by · Leave a Comment
Analisa Teknikal adalah sebuah metode peramalan/estimasi pergerakan harga dengan melihat data historis harga yang terjadi di pasar. Data harga adalah jenis data yang paling banyak digunakan dalam proses analisa, walaupun ada beberapa jenis data lain yang juga digunakan dalam proses analisa seperti volume dan open interest dalam kontrak futures.
Analisa Teknikal adalah sebuah metode peramalan/estimasi pergerakan harga dengan melihat data historis harga yang terjadi di pasar. Data harga adalah jenis data yang paling banyak digunakan dalam proses analisa, walaupun ada beberapa jenis data lain yang juga digunakan dalam proses analisa seperti volume dan open interest dalam kontrak futures. Pada intinya ketika menggunakan metode analisa teknikal apapun adalah kembali ke dasar teorinya, yang secara metodelogi telah terbukti kinerja untuk periode waktu yang signifikan. Setelah menemukan sebuah sistem trading yang sesuai, barulah bisa dicari teknik-teknik lain yang dapat digabungkan dengan metode trading yang sudah ada.
Hampir semua trader menggunakan analisa teknikal walaupun jumlahnya minimum. Bahkan pihak-pihak yang sangat mengacu pada analisa fundamental akan menggunakan atau melihat terlebih dahulu grafik harga sebelum melakukan transaksi.
Pada level teori yang sangat dasar, grafik membantu trader untuk menentukan level yang ideal untuk masuk pasar sebelum melakukan transaksi. Grafik menyediakan efek visual dari data historis pergerakan harga. Karenanya, trader dapat melihat grafik dan mengetahui apakah mereka membeli di harga yang wajar (berdasarkan data historis harga disebuah pasar tertentu), menjual di harga tertinggi periodik atau mungkin melakukan transaksi ketika pasar bergerak menyamping (sideways). Ini hanya beberapa kondisi pasar yang dapat di identifikasi oleh grafik. Grafik juga memungkinkan adanya analisa yang lebih canggih dan maju dari pergerakan harga.
Dalam prakteknya, mungkin seorang analis teknikal mengesampingkan fundamental pasar dengan kesibukan dalam melihat grafik dan tabel data. Bagaimanapun, ini tergantung dari tipikal dari analis tersebut.
Asumsi analisa teknikal:
- Fundamental pasar telah berpengaruh terhadap harga pasar saat ini. Jadi fundamental pasar dan faktor lainnya, seperti perbedaan pendapat, harapan, rasa takut, dan sentimen pelaku pasar, tidak perlu dipelajari lebih lanjut.
- Sejarah berulang dengan sendirinya dan karena itu pasar bergerak di kisaran yang dapat diprediksi, atau setidaknya memiliki pola tertentu. Pola-pola ini dihasilkan dari pergerakan harga, dinamakan sinyal. Tujuan analisa teknikal adalah untuk mendapatkan sinyal yang diberikan oleh kondisi pasar saat ini dengan mempelajari sinyal masa lalu.
- Harga bergerak dalam bentuk tren. Analis teknikal biasanya tidak percaya bahwa fluktuasi harga bergerak dalam kondisi tidak terprediksi dan acak. Harga dapat bergerak dalam salah satu dari tiga bentuk arah, naik, turun, atau menyamping (sideways). Ketika sebuah tren terbentuk dari arah-arah pasar yang ada, biasanya akan berlanjut sampai beberapa periode.
Sistem dari analisa teknikal biasanya termasuk grafik harga, grafik volume, dan beberapa metode matematik lainnya dari pola dan perilaku pasar. Metode manipulasi matematik dari bermacam-macam jenis data pasar ini digunakan untuk menentukan kekuatan dan ketahanan dari tren tertentu. Jadi analis teknikal cenderung untuk menggunakan berbagai bentuk analisis teknikal sebelum melakukan transaksi daripada hanya mengandalkan grafik harga untuk mengestimasi nilai pasar di masa datang.
Sama halnya dengan aspek lain dari trading, dalam penggunaan analisa teknikal harus disiplin. Seringkali seorang trader gagal melakukan transaksi, membeli atau menjual, ketika harga telah mencapai pola teknikal yang diidentifikasi sebagai sinyal masuk atau keluar pasar. Ada banyak faktor lainnya yang berpengaruh terhadap hal ini seperti teknologi, fundamental dan lain sebagainya.
Kesalahan umum yang sering dibuat oleh para trader adalah mengharapkan harga akan berbalik arah terhadap posisi yang merugi dan terlalu cepat melikuidasi posisi yang sedang mengalami keuntungan. Dibutuhkan kedisiplinan tinggi dalam penggunaan analisa teknikal.
Grafik harga:
- Bentuk Grafik Batang
Terdapat banyak jenis grafik yang menunjukkan pergerakan harga, yang paling umum digunakan adalah grafik batang (bar chart). Tiap batang (bar) menandakan pergerakan harga di satu periode tertentu, satu menit, satu hari, atau satu bulan. Pergerakan harga dalam bentuk batang-batang ini akan membuat pola-pola tertentu pada suatu periode. - Bentuk Candlestick
Seperti grafik batang, pola candlestick dapat digunakan untuk memprediksi pasar. Karena bentuknya memiliki warna, candlestick lebih memiliki efek visual dalam polanya daripada grafik batang. - Bentuk poin & figur
Pola dalam bentuk ini sebenarnya sama dengan pola yang dihasilkan oleh grafik batang namun poin & figur tidak menggunakan skala waktu untuk mengindikasikan hari tertentu yang berhubungan dengan pergerakan harga tertentu.
Indikator teknikal:
Dibawah ini adalah beberapa tipe indikator yang digunakan dalam analisa teknikal.
- Indikator Tren
Tren adalah sebuah kata yang menggambarkan adanya pergerakan satu arah yang kuat di untuk beberapa waktu ke depan. Tren bergerak dalam 3 arah: naik, turun, dan menyamping. Indikator tren menghaluskan data harga yang bervariasi untuk menciptakan komposisi arah pasar. (contoh: Moving Average). - Indikator Kekuatan
Kekuatan pasar menggambarkan intensitas dari opini pasar yang berhubungan dengan sebuah harga dengan melihat posisi pasar yang diambil oleh beragam pelaku pasar. Volume atau open interest adalah bahan dasar untuk indikator ini. Sinyal yang diberikan sifatnya coincident atau leading. (contoh: Volume) - Indikator Volatilitas
Indikator volatilitas adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan kekuatan pergerakan, atau ukuran, dari fluktuasi harga harian terpisah dari arahnya. Umumnya, perubahan pada volatilitas cenderung mempengaruhi perubahan harga. (contoh: Bollinger Band) - Indikator Siklus
Siklus digunakan untuk mengindikasikan adanya pola berulang dari pergerakan pasar, khusus untuk peristiwa berulang seperti musim, pemilihan umum, dan lainnya. Banyak pasar memiliki kecenderungan bergerak dalam pola siklus. Indikator siklus berguna untuk menentukan timing pola pasar tertentu. (contoh: Elliot Wave) - Indikator Support/Resistance
Support resistance menggambarkan level harga dari kenaikan dan penurunan berulang dan kemudian berbalik arah. (contoh: Trend Lines) - Indikator Momentum
Momentum adalah istilah umum untuk menggambarkan kecepatan pergerakan harga di periode tertentu. Indikator momentum menentukan kekuatan atau kelemahan dari sebuah tren. Momentum berada tertinggi ketika mulainya sebuah trend dan terendah pada saat perubahan arah. Divergence arah apapun dari harga dan momentum mengindikasikan pergerakan telah melemah. Jika terjadi pergerakan harga ekstrim dengan momentum yang lemah, hal itu merupakan sinyal dari akhir pergerakan di arah tersebut. Jika momentum bergerak tren dengan kuat dan harga bergerak datar, hal itu memberikan sinyal adanya potensi perubahan arah harga. (contoh: RSI, Stochastic, MACD)
Trading Forex dengan gunakan Berita
October 20, 2010 by · Leave a Comment
Salah satu keuntungan terbesar dari trading forex adalah jam tradingnya, pasar buka 24 jam sehari. Data ekonomi memiliki kecenderungan sebagai penggerak utama untuk pergerakan jangka pendek di setiap pasar, tetapi hal ini memang terjadi di pasar forex, dimana respon terjadi bukan hanya pada data atau berita ekonomi dari Amerika, tetapi juga berita dari belahan dunia yang lain.
Salah satu keuntungan terbesar dari trading forex adalah jam tradingnya, pasar buka 24 jam sehari. Data ekonomi memiliki kecenderungan sebagai penggerak utama untuk pergerakan jangka pendek di setiap pasar, tetapi hal ini memang terjadi di pasar forex, dimana respon terjadi bukan hanya pada data atau berita ekonomi dari Amerika, tetapi juga berita dari belahan dunia yang lain.
Dengan setidaknya delapan mata uang utama tersedia dihampir setiap broker dimanapun di dunia ini dan lebih dari 17 jenis derivatifnya, selalu ada data ekonomi yang akan ditunggu oleh trader untuk digunakan dalam memutuskan posisi apa yang akan diambil. Secara umum, tidak kurang dari tujuh buah data ekonomi dirilis per hari dari delapan mata uang tersebut atau negara-negara yang memang menjadi patokan ekonomi dunia.
Jadi bagi mereka yang memilih trading dengan menggunakan berita, banyak sekali kesempatan yang muncul. Mari kita lihat data ekonomi mana saja yang akan dirilis dan kapan waktunya, mana yang paling relevan dengan pergerakan pasar forex, dan bagaimana trader harus memutuskan posisi apa yang diambil dari data penggerak pasar ini.
Mata uang mana yang harus menjadi fokus anda?
Yang pasti kedelapan mata uang dunia yang biasa disebut The Majors, dan mereka adalah:
1. US Dollar (USD)
2. Euro (EUR)
3. British Pound (GBP)
4. Japanese Yen (JPY)
5. Swiss Franc (CHF)
6. Canadian Dollar (CAD)
7. Australian Dollar (AUD)
8. New Zealand Dollar (NZD)
Pasangan-pasangan mata uang dari kombinasi diatas biasanya memiliki likuiditas diatas rata-rata, dan hal tersebutlah yang membuat peluang menjadi besar.
Mata uang – mata uang tersebut dapat dengan mudah ditransaksikan diseluruh dunia. Hal ini berarti anda dapat memilih pasangan mata uang mana yang akan anda transaksikan dan data ekonomi negara mana yang harus menjadi perhatian utama. Tetapi sebagai panduan umum, karena US Dollar merupakan pasangan utama dari mata uang lainnya, dengan persentase sekitar 90% dari semua perdagangan mata uang, dirilisnya data ekonomi Amerika cenderung menjadi hal yang paling berpengaruh terhadap pergerakan pasar.
Trading dengan menggunakan berita sebenarnya lebih sulit daripada kedengarannya. Bukan hanya karena angka konsensus atau kesepakatan pasar merupakan figur yang penting, tetapi angka prediksi dan revisi juga figur yang penting. Dan juga, beberapa jenis data lebih penting dari data yang lainnya, ini dapat diukur dari signifikansi negara mana yang merilis data tersebut dan tingkat kepentingan data tersebut dalam hubungannya dengan data lain yang dirilis disaat yang bersamaan.
Kapan data ekonomi akan dirilis?
Berikut ini adalah daftar waktu yang paling sering digunakan untuk merilis data ekonomi penting. Tetapi ada juga waktu tertentu yang harus menjadi perhatian anda jika akan trading dengan menggunakan berita.
Negara Mata Uang Waktu (WIB)
Amerika Serikat USD 19.30 – 22.00
Jepang JPY 05.50 – 10.30
Kanada CAD 18.00 – 19.30
Inggris GBP 13.00 – 15.30
Italia EUR 14.45 – 16.00
Jerman EUR 13.00 – 17.00
Perancis EUR 13.45 – 15.00
Swiss CHF 12.45 – 16.30
New Zealand NZD 03.45 – 08.00
Australia AUD 04.30 – 06.30
Ketika ingin trading dengan menggunakan berita sebagai acuan, pertama kali yang harus anda ketahui adalah jadwal dirilisnya dan apa yang diharapkan dari data tersebut. Banyak sekali informasi yang tersedia mengenai jadwal dirilisnya data ekonomi, mungkin yang perlu anda lakukan adalah sedikit googling. Yang kedua, anda juga harus tahu data mana yang memiliki peranan penting. Dan mungkin yang paling penting adalah figur konsensusnya.
Figur konsensus ini biasanya dijadikan patokan apakah data tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar atau tidak. Umumnya jika data berhasil mengalahkan konsensus, pasar akan bergerak bullish, dan jika data ternyata berada dibawah konsensus biasanya pasar akan memiliki kecenderungan bearish.
Secara umum, berikut ini adalah data-data ekonomi terpenting dari sebuah negara:
1. Keputusan suku bunga
2. Penjualan ritel
3. Inflasi, baik consumer price maupun producer price index
4. Tingkat pengangguran
5. Produksi industrial
6. Survei sentimen bisnis
7. Survei tingkat kepercayaan konsumen
8. Neraca perdagangan
9. Survei sektor manufaktur
Sumber: Investopedia, FXCM
Faktor-faktor Penggerak Nilai Tukar Mata Uang
October 20, 2010 by · Leave a Comment
Selain faktor seperti suku bunga dan inflasi, nilai tukar mata uang adalah salah atu faktor paling penting dari kondisi ekonomi relatif sebuah negara. Nilai tukar memainkan peran vital dalam tingkat perdagangan sebuah negara, dimana merupakan sesuatu yang paling kritis bagi mayoritas ekonomi pasar bebas di dunia. Karena alasan ini, nilai tukar mata uang adalah diantara yang paling diamati, dianalisis dan diatur kebijakannya oleh
Selain faktor seperti suku bunga dan inflasi, nilai tukar mata uang adalah salah atu faktor paling penting dari kondisi ekonomi relatif sebuah negara. Nilai tukar memainkan peran vital dalam tingkat perdagangan sebuah negara, dimana merupakan sesuatu yang paling kritis bagi mayoritas ekonomi pasar bebas di dunia. Karena alasan ini, nilai tukar mata uang adalah diantara yang paling diamati, dianalisis dan diatur kebijakannya oleh pemerintah. Tetapi nilai tukar juga berpengaruh pada skala yang lebih kecil juga, mereka mempengaruhi imbal hasil riil dari investasi seseorang. Disini kita akan melihat beberapa faktor utama dibalik pergerakan mata uang.
Sebelum kita melihatnya, kita harus menggambarkan bagaimana pergerakan mata uang mempengaruhi hubungan dagang antar negara. Nilai tukar mata uang yang lebih tinggi akan membuat ekspor sebuah negara lebih mahal dan impor lebih murah di pasar luar negeri, dan sebaliknya. Nilai tukar yang lebih tinggi juga diekspektasi akan menurunkan neraca dagang sebuah negara, sedangkan yang lebih rendah akan meningkatkannya.
Penggerak Nilai Tukar Mata Uang
Banyak faktor yang menentukan nilai tukar mata uang, dan kesemuannya berkaitan dengan hubungan perdagangan antara dua negara. Yang perlu diingat adalah bahwa nilai tukar ini relatif, dan diekspresikan sebagai sebuah perbandingan dari mata uang dua negara. Faktor-faktor ini juga tidak dalam susunan tertentu, seperti banyak aspek di ekonomi, kepentingan relatif dari faktor-faktor ini masih menjadi subyek dari banyak debat ahli ekonomi.
1. Diferensiasi Inflasi
Sebagai sebuah aturan umum, sebuah negara dengan tingkat inflasi rendah yang konsisten akan memperlihatkan nilai mata uang yang meningkat, seiring dengan peningkatan daya beli relatif dibanding dengan mata uang lain. Selama setengah abad terakhir, negara-negara dengan inflasi rendah termasuk Jepang, Jerman dan Swiss, sedangkan Amerika Serikat dan Kanada mencapai inflasi rendah belum selama negara-negara yang disebutkan diawal. Negara-negara yang memiliki inflasi yang lebih tinggi biasanya akan melihat depresiasi pada mata uang mereka dalam hubungan kepada mata uang dari partner dagang mereka. Hal ini juga biasanya dibarengi oleh suku bunga yang lebih tinggi.
2. Diferensiasi Suku Bunga
Suku bunga, inflasi dan nilai mata uang sangat memiliki korelasi yang tinggi. Dengan mengatur suku bunga, bank sentral mencoba mengatur pengaruh dari inflasi dan nilai mata uang, dan perubahan suku bunga akan berimbas pada inflasi dan nilai mata uang. Suku bunga yang lebih tinggi menawarkan para kreditur dalam ekonomi sebuah imbal hasil yang lebih tinggi relatif terhadap negara lain. Karena itu, suku bunga yang lebih tinggi akan menari modal asing dan menyebabkan nilai mata uang akan meningkat. Imbas dari suku bunga yang lebih tinggi akan berkurang jika inflasi sebuah negara lebih tinggi dibanding dengan negara lain, atau jika faktor tambahan menarik turun nilai mata uang. Dan begitu juga dalam kondisi sebaliknya, yang karena itu suku bunga lebih rendah cenderung menurunkan nilai mata uang.
3. Defisit Neraca Berjalan
Neraca berjalan adalah keseimbangan perdagangan antara sebuah negara dengan partner dagangnya, yang merefleksikan semua pembayaran antara negara untuk barang, jasa, suku bunga dan dividen. Defisit dalam neraca berjalan menandakan bahwa sebuah negara lebih banyak membeli dari luar negeri dibanding dengan menjualnya, dan meminjam modal dari sumber luar negeri untuk membiayai defisit tersebut. Dalam kata lain, negara membutuhkan lebih banyak mata uang asing daripada apa yang diterimanya dari penjualan untuk ekspor, dan menyuplai lebih banyak mata uangnya sendiri dibanding dengan tingkat permintaan luar negeri untuk produk-produknya. Tingkat permintaan berlebih untuk mata uang asing akan menurunkan nilai tukar mata uang sebuah negara sampai barang dan jasa domestik lebih murah untuk pelaku pasar asing, dan aset asing tidak terlalu mahal untuk menghasilkan penjualan bagi minat domestik.
4. Hutang Publik
Negara akan menghasilkan sebuah pembiayaan defisit dalam skala besar untuk membiayai proyek publik atau masyarakat dan pendanaan pemerintah. Walaupun aktivitas seperti itu akan menstimulasi ekonomi domestik, negara yang memiliki defisit dan hutang publik besar menjadi kurang menarik bagi investor asing. Alasannya? Hutang yang besar akan memicu inflasi, dan jika inflasi meninggi, hutang tersebut akan dibayar dengan nilai tukar yang rendah dimasa mendatang.
Dalam skenario terburuk, pemerintah mungkin akan mencetak lebih banyak uang untuk membayar sebagian dari hutang-hutang tersebut, tetapi hal ini akan meningkatkan suplai uang yang pastinya akan meningkatkan inflasi. Lebih jauh, jika sebuah pemerintah tidak mampu menangani defisit melalui usaha domestik (seperti menjual obligasi dan meningkatkan suplai uang), lalu mereka harus meningkatkan jumlah surat berharga untuk dijual ke pelaku pasar asing, sehingga akan menurunkan nilai tukarnya. Akhirnya, sebuah hutang yang besar akan menimbulkan kecemasan bagi pihak luar jika mereka yakin mengenai resiko gagal bayar sebuah negara. Untuk alasan ini, peringkat hutang sebuah negara (seperti yang disediakan Moody’s Investor dan Fitch Rating) adalah sebuah penentu penting bagi nilai tukar mata uang.
5. Ketentuan Perdagangan
Sebuah rasio yang membandingkan antara harga ekspor dengan harga impor, ketentuan perdagangan berkaitan dengan negara berjalan dan keseimbangan pembayaran. Jika harga ekspor sebuah negara meningkat lebih besar daripada impor, hal ini bisa dikatakan ketentuan perdagangannya membaik. Meningkatkan ketentuang dagang menunjukkan tingkat permintaan lebih tinggi untuk ekspor negara tersebut. Hal ini, sebaliknya, akan menghasilkan peningkatan pendapatan dari ekspor, yang menyediakan peningkatan permintaan untuk mata uang negara (dan akan meningkatkan nilai mata uang). JIka harga ekspor meningkat dalam level yang lebih kecil daripada impornya, nilai mata uang akan menurun dibandingkan dengan partner dagangnya.
6. Stabilitas Politik dan Kinerja Ekonomi
Investor asing pastinya akan mencari negara yang stabil dengan kinerja ekonomi yang baik dimana mereka akan menginvestasikan uangnya. Sebuah negara dengan atribut positif seperti itu akan menarik dana investasi dari negara lain yang memiliki tingkat resiko politik dan ekonomi yang lebih tinggi. Kekacauan politik, contohnya, bisa menyebabkan hilangnya keyakinan pada mata uang dan adanya perpindahan modal menuju mata uang dari negara yang lebih stabil.
Penutup
Nilai tukar mata uang akan menentukan imbal hasil investasi riil. Mata uang yang menurun secara jelas akan mengurangi daya beli dari pendapatan dan keuntungan modal yang didapat dari jenis investasi apapun. Lebih lanjut, nilai tukar mata uang akan mempengaruhi faktor pendapatan lain seperti suku bungam inflasi dan bahkan keuntungan modal dari surat berharga domestik. Nilai tukar mata uang memang dihasilkan dari sejumlah faktor komplek yang bahkan bisa membuat banyak ahli ekonomi masih kebingungan, investor harus sedikit banyak mengerti bagaimana nilai mata uang dan daya tukarnya memainkan peranan penting dalam tingkat investasi yang dibuatnya.
